|
Minggu 1
Jangan lari dari pencobaan
Seperti seseorang yang lari terhadap singa,
seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang
dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! Amos 5:19
Saya senang jika saudara dapat jujur menjawab pertanyaan ini: Pernahkah
saudara berusaha lari dari persoalan? Saya kira tidak seorang pun di
muka bumi ini yang suka kepada persoalan termasuk kepada mereka yang
katanya suka dengan tantangan. Semua orang tentu pernah berusaha lari
dari persoalan. Sayangnya semakin jauh kita menghindar semakin rumit
persoalan tersebut berkembang.
Perhatikan firman Tuhan di atas. Tidak ada tempat sama sekali
sesungguhnya untuk menghindar dari pencobaan. Persoalan atau pencobaan
bukanlah hantu yang dapat mudah kita usir atau hindari. Kita tidak punya
pilihan lain ketika menghadapi pencobaan selain menghadapinya. Semakin
cepat kita mengambil keputusan untuk menyelesaikan persoalan semakin
cepat pula persoalan tersebut selesai.
Cara terbaik menghadapi pencobaan adalah dengan bersandar kepada Tuhan.
Memang kita juga boleh menggunakan hikmat kita sebagai manusia, hikmat
yang senantiasa Tuhan urapi. Tetapi seperti yang seringkali saya
ungkapkan kenali keterbatasan akal budi kita. Bila akal budi kita sudah
tidak mampu lagi maka saatnya bagi kita untuk bekerjasama dengan
kehendak dan rencana Tuhan melalui pencobaan dan persoalan yang
sementara kita hadapi. Dengan bersandar dan peka dengan apa yang Tuhan
mau kita lakukan tahap demi tahap. Sebab Tuhan pasti menuntun kita lewat
Roh Kudus-Nya yang ada dalam kita.
Tuhan punya maksud untuk setiap pencobaan yang Ia izinkan terjadi.
Karenanya Ia juga menyediakan jalan keluar bagi kita dari pencobaan.
|